Surabi Bandung: Jajanan Tungku Tanah Liat yang Tak Pernah Lekang
Mengenal lebih dekat surabi, kue tradisional khas Bandung yang dipanggang di tungku tanah liat. Varian manis dan asin tetap diburu lintas generasi.
Apa itu Surabi?
Surabi (atau "serabi") adalah kue tradisional khas Bandung yang dibuat dari adonan tepung beras dicampur santan kelapa. Yang bikin spesial: dipanggang di wajan tanah liat kecil di atas tungku arang kayu. Inilah yang menghasilkan tekstur unik — pinggirannya krispi keemasan, tengahnya lembut menyerupai bolu.
Sejarah singkat
Surabi sudah eksis di tatar Sunda sejak abad ke-19. Awalnya hanya disajikan polos atau dengan kuah kinca (santan + gula merah). Seiring waktu, varian topping bertambah — dan sekarang ada belasan rasa modern yang tetap mempertahankan teknik panggang tradisional.
Varian rasa
Klasik (manis)
- Kinca — kuah gula merah cair yang dihangatkan, paling otentik
- Coklat keju — modern, favorit anak-anak
- Pisang coklat
- Susu strawberry
Asin / savory
- Oncom — paling tradisional, oncom merah ditumis bumbu kencur
- Telur ayam — telur dipecah di atas adonan saat dipanggang
- Sosis keju — generasi modern
Tempat ikonik di Bandung
| Tempat | Spesialisasi | Range Harga |
|---|---|---|
| Pasar Cihapit | Surabi tradisional, oncom & kinca | Rp 5.000-10.000 |
| Surabi Imut Setiabudi | Varian modern (40+ topping) | Rp 8.000-25.000 |
| Surabi Cawiri | Manis & asin klasik | Rp 5.000-15.000 |
| Surabi Enhaii | Hidangan kafe modern | Rp 15.000-35.000 |
Tips menikmati surabi
- Datang pagi — banyak warung tradisional buka jam 5-10 saja
- Makan langsung di tempat — pinggirannya yang krispi paling enak saat masih panas
- Coba kombinasi unik — surabi oncom + kuah kinca = manis-gurih yang nagih
- Minum teh tawar hangat — pendamping klasik
Bagaimana cara membuat surabi sendiri?
Resep dasar:
- 250g tepung beras
- 100ml santan kental
- 200ml santan encer
- 1 sdt ragi instan
- Garam & gula secukupnya
Aduk semua bahan, diamkan 30 menit, panggang di wajan kecil yang sudah dipanaskan. Kunci: api kecil + tutup wajan agar matang merata.
Surabi adalah jendela ke masa lalu — sebuah jajanan sederhana yang merepresentasikan ketelatenan kuliner Sunda. Dimakan pelan-pelan, ditemani obrolan, dengan teh tawar hangat — itulah cara terbaik menikmatinya.
**🎨 AI Image sebagai ilustrasi